Kejadian kebakaran pada
umumnya menimbulkan banyak kerugian baik itu korban jiwa maupun kerugian harta
benda. Hal tersebut dikarenakan pada umumnya kebakaran sulit untuk dikendalikan
(dipadamkan). Untuk menghindari kerugian yang dimaksud, maka perlu kita kenali
sifat-sifat terjadinya (tahap-tahap) kebakaran tersebut.
Tahap-tahap kebakaran
tersebut antara lain :
1. Tahap Kebakaran Muncul
·
Reaksi 3 (tiga) unsur api (panas, oksigen dan bahan mudah terbakar).
·
Dapat padam dengan sendirinya apabila api tidak dapat mencapai tahap
kebakaran selanjutnya.
·
Menentukan tindakan pemadaman atau untuk menyelamatkan diri.
2. Tahap Kebakaran Tumbuh
·
Api membakar bahan mudah terbakar sehingga panas meningkat.
·
Dapat terjadi flashover (ikut menyalanya bahan mudah
terbakar lain di sekitar api karena panas tinggi).
·
Berpotensi menimbulkan korban terjebak, terluka ataupun kematian bagi
petugas pemadam.
3. Tahap Kebakaran Puncak
·
Semua bahan mudah terbakar menyala secara keseluruhan.
·
Nyala api paling panas dan yang paling berbahaya bagi siapa saja yang
terperangkap di dalamnya.
4. Tahap Kebakaran Reda
(Padam)
·
Tahap kebakaran yang memakan waktu paling lama di antara tahap-tahap
kebakaran lainnya.
·
Penurunan kadar O2 (oksigen) atau bahan mudah terbakar secara signifikan
yang menyebabkan padamnya api (kebakaran).
·
Terdapatnya bahan mudah terbakar yang belum menyala berpotensi menimbulkan
nyala api baru secara.
·
Berpotensi menimbulkan backdraft (ledakan yang terjadi
akibat masuknya pasokan oksigen secara tiba-tiba dari kebakaran ruang tertutup
yang dibuka mendadak saat kebakaran berlangsung).
Posting Komentar