Tujuan Standar Operasional Prosedur (SOP)
Evakuasi Korban Bencana ini disusun
sebagai pedoman dalam melakukan pemindahan korban bencana dari lokasi korban
bencana ditemukan menuju ke tempat yang lebih aman. Lokasi aman tersebut bisa
berupa Fasilitas Umum yang masih berfungsi (Balai Desa, Gedung Pertemuan,
Bangunan Sekolah, Tempat Ibadah, dll), Tempat penampungan sementara, Rumah
sakit Lapangan dan lain lain. Secara garis besar dibedakan menjadi 2 yaitu
evakuasi korban hidup dan evakuasi jenazah. SOP ini hanya untuk korban hidup.
Evakuasi jenazah akan dibuat SOP khusus tersendiri.
Evakuasi Korban Bencana adalah serangkaian
kegiatan untuk memindahkan korban bencana dari lokasi korban bencana ditemukan
menuju lokasi aman yang telah ditentukan. Dapat ditempuh dengan melalui
berbagai cara sesuai dengan kondisi korban dan sarana transportasi yang
tersedia. Kondisi korban secara garis besar dapat dikatagorikan sebagai sehat
secara fisik, sakit/cedera ringan, sedang, berat dan meninggal dunia. Evakuasi
korban meninggal dunia akan disusun SOP tersendiri.
Standar Operasional Prosedur ini berlaku
di situasi bencana, maupun pada masa pasca bencana.
- Kegiatan Evakuasi korban dapat melibatkan semua unsur yang terkait dengan aktifitas SAR.
- Operator alat berat untuk mencari korban yang terjebak.
- Petugas Medis Gawat Darurat di Lapangan
- Posko pengungsian
- Tim yang bertugas merujuk ke Fasilitas Keehatan sesuai dengan kondisi korban.
- Memahami prinsip dasar BHD(Bantuan Hidup Dasar),
- Mampu melakukan tindakan medic sederhana (jaga jalan napas, menghentikan perdarahan, pemasangan bidai, dll)
- Mampu melakukan pengawasan, evaluasi dan mengambil tindakan yang tepat selama melakukan evakuasi korban,
1. Scope Schatcher dan tandu
2. Peralatan untuk melakukan tindakan
bedah minor
3. Peralatan untuk pembidaian dan
pengamanan leher
4. Sarana komunikasi
5. Sarana transportasi
6. Formulir pencatatan dan pelaporan
- Data jenis bencana, lokasi kejadian, dan waktu kejadian bencana
- Data wilayah yang terkena bencana
- Data mengenai korban dan kerusakan di wilayah
- Data mengenai kondisi masyarakat meliputi tempat tinggal sementara, ketersediaan sandang dan pangan, ketersediaan dan kondisi sumber air bersih, kondisi sanitasi dasar, ketersediaan sarana umum, isu perlindungan utama di masyarakat, sarama pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan.
- Data mengenai sumber informasi untuk validasi data
Petugas di Posko Bencana terdekat dan
Posko Bencana pusat, petugas di tempat pelayanan kesehatan terdekat (puskesmas,
klinik, rumah sakit, atau rumah sakit lapangan), Dinas Kesehatan, petugas
surveilans, petugas pelaksana program kesehatan yang terkait dengan penyakit
potensi KLB pada situasi bencana




Posting Komentar